Minggu, 16 Februari 2020

ADAB MENDIDIK ANAK MENURUT IMAM AL-GHOZALI

Siswa Siswi MI Syech Qurro Al-ALawi
Aktivitas mendidik anak-anak tidak sesederhana yang dibayangkan. Aktivitas mendidik anak-anak bukan sekadar mengalihkan anak-anak dari buta aksara menjadi melek aksara. Aktivitas mendidik anak-anak jauh lebih dari itu sebagaimana menjadi sorotan Imam Al-Ghazali. Aktivitas mendidik anak-anak tidak bisa dianggap ringan. Ada beberapa karakter khusus dalam mendidik anak-anak yang berbeda karakter dengan aktivitas mendidik orang remaja atau orang dewasa. Imam Al-Ghazali memandang penting masalah ini. Ia menulis sejumlah adab untuk para pendidik anak-anak sebagai kutipan berikut ini:

آداب معلم الصبيان–يبدأ بصلاح نفسه، فإن أعينهم إليه ناظرة وآذانهم إليه مصغية، فما استحسنه فهو عندهم الحسن، وما استقبحه  فهو عندهم القبيح، ويلزم الصمت في جلسته. والشزر في نظره ويكون معظم تأديبه بالرهبة، ولا يكثر الضرب والتعذيب ولا يحادثهم فيجترئون عليه ولا يدعهم يتحدثون فينبسطون بين يديه، ولا يمازح بين أيديهم أحدا ويتنزه عما يعطونه ويتورع عما بين يديه يطرحونه، ويمنعهم من التوحيش، ويكفهم عن التفتيش، ويقبح عندهم الغيبة، ويوحش عندهم الكذب والنميمة، ولا يسألهم عن أمر بيوتهم فيستثقلوه، ولايكثر الطلب من أهلهم فيملوه، ويعلمهم الطهارة والصلاة، ويعرفهم ما يلحقهم من النجاسة 


Artinya, “Adab pendidik anak-anak. Pertama, ia harus mulai memperbaiki dirinya sendiri karena mata anak-anak menyaksikannya dan telinga mereka memerhatikannya. Apa yang menurutnya baik, maka itu dianggap baik oleh mereka. Apa yang menurutnya buruk, maka itu dianggap buruk oleh mereka. Ia harus hemat bicara di forumnya dan cukup melirik tajam. Suasana pendidikan dominan dengan mencekam. Ia tidak perlu bincang-bincang dengan mereka karena mereka nanti lancang. Ia tidak boleh membiarkan mereka ngobrol karena mereka nanti menjadi leluasa di hadapan mereka. ia tidak boleh bergurau dengan siapapun di hadapan mereka. Ia harus menjaga diri dari pemberian mereka. ia harus bersifat wara dari akhlak tercela di hadapan mereka. Ia harus mencegah mereka dari kemurungan dan menahan mereka untuk cari-cari tahu. Ia menunjukkan buruknya ghibah dan menunjukkan ketidaksukaan dusta dan adu domba di hadapan mereka. Ia tak perlu menanyakan kondisi rumah mereka karena bisa menyebabkan mereka berat hati. Ia tidak boleh terlalu banyak menuntut keluarga mereka karena mereka nanti bosan. Ia harus mengajarkan mereka pelajaran thaharah dan shalat. Ia juga perlu mengenalkan mereka najis yang kemungkinan mengenai mereka,” (Lihat Al-Imam Al-Ghazali, Al-Adab fid Din, [Beirut: Al-Maktabah As-Sya’biyyah, tanpa catatan tahun], halaman 154). Adab yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali di sini memang tidak sepenuh relevan. Artinya, para pendidik anak-anak tidak bisa sepenuhnya menjaga adab yang ditulis tersebut. Pasalnya, zaman, daerah, dan kondisi yang Imam Al-Ghazali dan kita alami berbeda. Jadi penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan sesuai dengan konteks para pendidik di sini dan sekarang ini.Yang jelas, dari kutipan ini kita mendapat menarik simpulan umum bahwa pendidik anak-anak termasuk para orang tua yang masih memiliki anak-anak mengemban tanggung jawab yang tidak ringan. Mereka bertugas membuat anak-anak menjadi melek huruf. Mereka juga bertanggung jawab mengenalkan najis, cara bersuci, cara shalat, dan ibadah yang akan menjadi rutinitas anak-anak kelak. Mereka juga bertugas untuk memberikan keteladanan di hadapan anak-anak itu. Ini tugas paling sulit. Karena anak-anak menerima informasi begitu saja dari apa yang tampak di hadapan mereka dan terdengar oleh telinga mereka. banyak dari guru anak-anak atau orang tidak sadar mencontohkan keburukan seperti berbohong, melakukan sesuatu yang berbeda dari nilai yang selama ini ia sampaikan atau lain sebagainya di hadapan anak-anak. Dilihat dari keterangan Imam Al-Ghazali, tampaknya mengajarkan akhlak anak-anak lebih efektik melalui keteladanan. Pendidikan melalui keteladanan para pendidik ini sulit. Oleh karena besarnya tanggung jawab pendidik dan orang tua, maka profesi pendidik anak-anak seperti guru madrasah ibtidaiyah/SD, guru ngaji TPQ/TPQ, ustadz di pesantren anak-anak tidak kalah mulia dari pendidik orang remaja atau dewasa seperti guru SMP, guru SMA, dosen di perguruan tinggi. Wallahu a‘lam.(Supyan Tsauri dikutip dari NU Online)

PKKM MI SYECH QURRO AL-ALAWI TAHUN 2020

Photo Bersama Pengawas kec. Kotabaru

Penyerahan Hasil PKKM
Penilaian Kinerja Kepala Madrasah merupakan suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas Kepala Madrasah dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai kepala madrasah. Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 menjelaskan bahwa penilaian kinerja kepala madrasah meliputi;
  • usaha pengembangan madrasah yang dilakukan selama menjabat sebagai kepala madrasah,
  • pelaksanaan tugas manajerial,
  • pengembangan kewirausahaan,
  • dan supervisi pada guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Penilaian kinerja kepala madrasah dilakukan secara berkala setiap tahun dan secara kurnulatif setiap empat tahun. Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas madrasah, sedangkan penilaian kinerja empat tahunan dilaksanakan oleh tim penilai. Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik, baik, cukup, sedang, atau kurang.
Pengertian Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data yang dikerjakan oleh kepala madrasah pada setiap indikator pemenuhan standar. Efektivitas penilaian kinerja ditentukan dengan mengukur keberhasilan dalam mencapai target pada tiap indikator dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam program.
Indikator-indikator fersebut dikembangkan dalam pelaksanaan tugas kepala madrasah dalam 5 (lima) unsur utama, yaitu:
(1) usaha pengembangan madrasah,
(2) pelaksanaan tugas manajerial,
(3) pengembangan kewirausahaan,
(4) pelaksanaan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan, dan
(5) hasil kinerja kepala madrasah.
Tujuan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Tujuan penilaian kinerja kepala rnadrasah adalah sebagai berikut:
  1. Menghimpun informasi sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi kepala madrasah.
  2. Menjaring informasi sebagai bahan pcngambilan keputusan dalam menetapkan efektifitas kinerja dan pertirnbangan untuk pcnugasan kepala madrasah.
  3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja kepala madrasah.
  4. Menjamin objektivitas pembinaan kepala rnadrasah melalui sistem pengukuran dan pemetaan kinerja kepala madrasah.
  5. Menyediakan informasi sebagai dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir kepala madrasah serta bentuk penghargaan lainnya.
  6. Manfaat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Manfaat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
adapun manfaat yang diperoleh dari penilaian kinerja kepala madarah adalah sebagai berikut:
  1. Kepala madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan berdasarkan hasil nilai kinerjanya.
  2. Kepala madrasah menjadikan hasil penilaian kinerja sebagai acuan untuk meningkatkan keprofesiannya.
  3. Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi dan/atau Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dapat menggunakan hasil penilaian kinerja kepala madrasah sebagai dasar untuk menghimpun informasi, menentukan kebutuhan peningkatan kornpetensi, data profil kinerja kepala madrasah, dan bahan pertimbangan penugasan kepala madrasah sesuai kewenangannya.
  4. Yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan dapat menggunakan hasil pcnilaian kinerja kepala madrasah sebagai dasar untuk menghimpun inforrnasi, menentukan kebutuhan peningkatan kompetensi, data profil kinerja kepala madrasah, dan bahan pertimbangan penugasan kcpala madrasah di yayasan/lembaga tersebut.
  5. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah memperoleh data dan pemetaan Inutu kinerja kepala madrasah secara nasional.
Untuk lebih jelasnya mengenai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1111 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah bisa diunduh di sini.
Demikian semoga manfaat. Salam Sukses

Minggu, 02 Februari 2020

PPDB TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Assalamualaikum Wr Wb
Puji syukur kita panjatkan kepada Kehadirat Alloh SWT, yang mana telah memberikan kita ni'mat lahir & bathin, serta sholawat dan salam semoga senantiasa disampaiakn kepada Nabi Muhammad SAW.
Kami dari MI Syech Qurro Al-Alawi memberritahukan bahwa penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2020/21 telah dibuka sejak tanggal 13 januari 2020/2021, dan untuk tahun ini kami hanya membuka untuk 56 Pendaftar atau 2 kelas.
keterbatasan kuota ini kami menghimbau agar semua orangtua yang hendak mendaftarkan putra putrinya di madrasah kami agar segera mendaftar. adapun persyaratan pendaftaran :
  1. Formulir di isi lengkap dan jelas
  2. Disertai dengan Photo Copy Ijazah TK/RA 2 lembar
  3. Disertai dengan Photo Copy Akta Kelahiran 1 lemba
  4. Photo Copy Kartu Keluarga = 1 lembar
  5.  Photo Copy KTP Orang Tua/Wali Siswa = 1 lembar
  6.  Disertai Pas Photo Ukuran 3X4 = 4 lembar dan 2X3 = 4 lembar
      Gelombang 1 akan Tutup 13 April 2020. Apabila Gelombang 1 telah memenuhi kuota maka tidak ada gelombang ke 2.

      Tes & hasil Test akan diumumkan melalui via Telepon/WA/atau SMS.
      Demikian dari kami selaku Panitia PPDB MI Syech Qurro Al-Alawi. 
      apabila ada yang kurang di pahami silahkan untuk datang ke kantor di jam kerja.
      Wassalamualaikum Wr Wb





Kamis, 23 September 2010

Bank Soal

Bank Soal :
  1. Bank Soal Bahasa Indonesia-SMA.zip
  2. Bank Soal Bahasa Inggris-SMA.zip
  3. Bank Soal Biologi-SMA.zip
  4. Bank Soal Ekonomi SMA.zip
  5. Bank Soal Fisika-SMA.zip
  6. Bank Soal Geografi SMA.zip
  7. Bank Soal Kimia-SMA.zip
  8. Bank Soal Matematika-SMA (IPA).zip
  9. Bank Soal Matematika-SMA (IPS).zip
  10. Bank Soal Sejarah SMA.zip
  11. Bank Soal Ujian Sosiologi SMA.zip
  12. Bank Soal Ujian Tata Negara SMA.zip
  13. BANK SOAL BAHASA INDONESIA KLS X.rar
  14. BANK SOAL BAHASA INDONESIA KLS XI.rar
  15. BANK SOAL BAHASA INGGRIS KLS X.rar
  16. BANK SOAL BAHASA INGGRIS KLS XI.rar
  17. BANK SOAL BAHASA JEPANG KLS X.rar
  18. BANK SOAL BIOLOGI KLS X.rar
  19. BANK SOAL BIOLOGI KLS XI.rar
  20. BANK SOAL EKONOMI KLS X.rar
  21. BANK SOAL EKONOMI KLS XI.rar
  22. BANK SOAL FISIKA KLS X.rar
  23. BANK SOAL FISIKA KLS XI.rar
  24. BANK SOAL GEOGRAFI KLS X.rar
  25. BANK SOAL GEOGRAFI KLS XI.rar
  26. BANK SOAL KIMIA KLS X.rar
  27. BANK SOAL KIMIA KLS XI.rar
  28. BANK SOAL MATEMATIKA KLS X.rar
  29. BANK SOAL MATEMATIKA KLS XI IPA.rar
  30. BANK SOAL P AGAMA ISLAM KLS X.rar
  31. BANK SOAL PKN KLS X.rar
  32. BANK SOAL PKN XI.rar
  33. BANK SOAL SEJARAH KLS X.rar
  34. BANK SOAL SEJARAH KLS XI.rar
  35. BANK SOAL SOSIOLOGI KLS X.rar
  36. BANK SOAL SOSIOLOGI KLS XI.rar
  37. BANK SOAL TIK KLS X.rar
  38. BANK SOAL TIK KLS XI.rar
  39. BANK SOL MATEMATIKA KLS XI IPS.rar
  40. SKL SMA 2009-2010.rar
  41. SKL UN BAHSA INDONESIA SMA 2009_2010.rar
  42. SKL UN BAHSA INGGRIS SMA 2009_2010.rar
  43. SKL UN BIOLOGI SMA 2009_2010.rar
  44. SKL UN EKONOMI SMA 2009_2010.rar
  45. SKL UN FISIKA SMA 2009_2010.rar
  46. SKL UN GEOGRAFI SMA 2009_2010.rar
  47. SKL UN KIMIA SMA 2009_2010.rar
  48. SKL UN MATEMATIKA IPA SMA 2009_2010.rar
  49. SKL UN MATEMATIKA IPS SMA 2009_2010.rar
  50. SKL UN SMA-MA 2010.rar
  51. SKL UN SOSIOLOGI SMA 2009_2010.rar
  52. soal_soal_matematika_kls_xii_ipa.rar
  53. soal_soal_sosiologi_kls_xii.rar
  54. soal_soal_un_bahasa_indonesia_kls_xii.rar
  55. soal_soal_un_bahasa_inggris_kls_xii.rar
  56. soal_soal_un_biologi_kls_xii.rar
  57. soal_soal_un_ekonomi_kls_xii.rar
  58. soal_soal_un_fisika_kls_xii.rar
  59. soal_soal_un_geografi_kls_xii.rar
  60. soal_soal_un_kimia_kls_xii.rar
  61. soal_soal_un_matematika_kls_xii_ips.rar